Macam - Macam Najis dan Jenisnya
http://dikaandriwijaya.blogspot.com/2015/04/pengertian-najis-dan-macam-macam-najis.html
Assalamualaikum'warahmatullahiwabarakatuh, salam kenal dari saya untuk anda pembaca sekalian. Kembali dalam postingan, dalam artikel ini saya akan memposting sebuah artikel yang berbau Hukum Islam, yaitu saya akan memberitahu kepada anda tentang Pengertian dan Macam-Macam Najis
PENGERTIAN NAJIS DAN CONTOHNYA
Najis ialah sesuatu benda yang kotor menurut syara', misalnya :
1. Bangkai, kecuali manusia, ikan dan belalang,
2. Darah,
3. Nanah,
4. Segala sesuatu yang keluar dari kubul dan dubur,
5. Anjing dan Babi,
6. Minuman keras seperti arak dan sebagainya,
7. Bagian anggota badan binatang yang terpisah karena dipotong dan sebagainya selagi masih hidup.
A. PEMBAGIAN NAJIS
Najis itu dapat dibagi 3 bagian :
1. Najis Mukhaffafah (Ringan); ialah air kencing bayi laki-laki yang belum berumur 2 tahun dan belum pernah makan sesuatu kecuali air susu ibunya.
2. Najis Mughallazhah (berat); ialah najis anjing dan babi serta keturunannya.
3. Najis Mutawassithah (sedang); ialah najis yang sdlain dari dua najis tersebut di atas, seperti segala sesuatu yang keluar dari kubul dan dubur manusia dan binatang, kecuali air mani, barang cair yang memabukkan, susu hewan yang tidak halal dimakan, bangkai, juga tulang dan bulunya, kecuali bangkai-bangkai mamusia dan ikan serta belalang.
Najis mutawassithah di bagi menjadi dua :
1. Najis 'ainiyah; ialah najis yang berujud, yakni yang nampak dapat dilihat.
2. Najis hukmiyah, ialah najis yang tidak kelihatan bendanya, seperti bekas kencin, atau arak yang sudah kering dan sebagainya.
B. CARA MENGHILANGKAN NAJIS
1. Barang yang kena najis mughallazhah seperti jilatan anjing atau babi, wajib di basuh 7 kali dan salah satu di antaranya dengan air yang bercampur tanah.
2. Barang yang terkena najis mukhaffafah, cukup diperciki air pada tempat najis itu.
3. Barang yang terkena najis mutawassithah dapat suci dengan cara dibasuh sekali, asal sifat-sifat najisnya (warna, bau dan rasanya) itu hilang. Adapun dengan cara tiga kali cucian atau siraman lebih baik. Jika najis hukmiyah cara menghilangkannya cukup dengan mengalirkan air saja pada najis tadi.
C. NAJIS YANG DIMAAFKAN (MA'FU)
Najis yang dimaafkan artinya tak usah dibasuh / dicuci, misalnya najis bangkai hewan yang tidak mengalir darahnya, darah atau nanah yang sedikit, debu dan air lorong-lorong yang memercik sedikit yang sukar menghindarkannya.
Adapun tikus atau cecak yang jatuh ke dalam minyak atau makanan yang beku, dan ia mati didalamnya, maka makanan yang wajib di buang itu atau minyak yang wajib dibuang itu, ialah makanan atau minyak yang dikenainya itu saja. Sedang yang lain boleh dipakai kembali. Bila minyak atau makanan yang dihinggapinya itu cair, maka semua makanan atau minyak itu hukumya najis. Karena yang demikian itu tidak dapat dibedakan mana yang kena najis dan mana yang tidak.
http://dikaandriwijaya.blogspot.com/2015/04/pengertian-najis-dan-macam-macam-najis.html
Assalamualaikum'warahmatullahiwabarakatuh, salam kenal dari saya untuk anda pembaca sekalian. Kembali dalam postingan, dalam artikel ini saya akan memposting sebuah artikel yang berbau Hukum Islam, yaitu saya akan memberitahu kepada anda tentang Pengertian dan Macam-Macam Najis
PENGERTIAN NAJIS DAN CONTOHNYA
Najis ialah sesuatu benda yang kotor menurut syara', misalnya :
1. Bangkai, kecuali manusia, ikan dan belalang,
2. Darah,
3. Nanah,
4. Segala sesuatu yang keluar dari kubul dan dubur,
5. Anjing dan Babi,
6. Minuman keras seperti arak dan sebagainya,
7. Bagian anggota badan binatang yang terpisah karena dipotong dan sebagainya selagi masih hidup.
A. PEMBAGIAN NAJIS
Najis itu dapat dibagi 3 bagian :
1. Najis Mukhaffafah (Ringan); ialah air kencing bayi laki-laki yang belum berumur 2 tahun dan belum pernah makan sesuatu kecuali air susu ibunya.
2. Najis Mughallazhah (berat); ialah najis anjing dan babi serta keturunannya.
3. Najis Mutawassithah (sedang); ialah najis yang sdlain dari dua najis tersebut di atas, seperti segala sesuatu yang keluar dari kubul dan dubur manusia dan binatang, kecuali air mani, barang cair yang memabukkan, susu hewan yang tidak halal dimakan, bangkai, juga tulang dan bulunya, kecuali bangkai-bangkai mamusia dan ikan serta belalang.
Najis mutawassithah di bagi menjadi dua :
1. Najis 'ainiyah; ialah najis yang berujud, yakni yang nampak dapat dilihat.
2. Najis hukmiyah, ialah najis yang tidak kelihatan bendanya, seperti bekas kencin, atau arak yang sudah kering dan sebagainya.
B. CARA MENGHILANGKAN NAJIS
1. Barang yang kena najis mughallazhah seperti jilatan anjing atau babi, wajib di basuh 7 kali dan salah satu di antaranya dengan air yang bercampur tanah.
2. Barang yang terkena najis mukhaffafah, cukup diperciki air pada tempat najis itu.
3. Barang yang terkena najis mutawassithah dapat suci dengan cara dibasuh sekali, asal sifat-sifat najisnya (warna, bau dan rasanya) itu hilang. Adapun dengan cara tiga kali cucian atau siraman lebih baik. Jika najis hukmiyah cara menghilangkannya cukup dengan mengalirkan air saja pada najis tadi.
C. NAJIS YANG DIMAAFKAN (MA'FU)
Najis yang dimaafkan artinya tak usah dibasuh / dicuci, misalnya najis bangkai hewan yang tidak mengalir darahnya, darah atau nanah yang sedikit, debu dan air lorong-lorong yang memercik sedikit yang sukar menghindarkannya.
Adapun tikus atau cecak yang jatuh ke dalam minyak atau makanan yang beku, dan ia mati didalamnya, maka makanan yang wajib di buang itu atau minyak yang wajib dibuang itu, ialah makanan atau minyak yang dikenainya itu saja. Sedang yang lain boleh dipakai kembali. Bila minyak atau makanan yang dihinggapinya itu cair, maka semua makanan atau minyak itu hukumya najis. Karena yang demikian itu tidak dapat dibedakan mana yang kena najis dan mana yang tidak.
D. ISTINJA
Segala yang keluar dari qubul dan dubur seperti kencing dan berak wajib disucikan dengan air hingga bersih.
E. ADAB BUANG AIR
1. Jangan ditempat yang terbuka,
2. Jangan ditempat yang dapat mengganggu orang lain,
3. Jangan bercakap-cakap kecuali keadaan memaksa,
4. Kalau terpaksa buang air ditempat terbuka, hendaknya jangan menghadap ke kiblat,
5. Jangan membawa dan membaca kalimat Al-Qur'an.
Sekian dulu artikel tentang macam-macam najis, semoga bermanfaat. Wassalamualaikumwarahmatullahiwabarakatuh :)
Segala yang keluar dari qubul dan dubur seperti kencing dan berak wajib disucikan dengan air hingga bersih.
E. ADAB BUANG AIR
1. Jangan ditempat yang terbuka,
2. Jangan ditempat yang dapat mengganggu orang lain,
3. Jangan bercakap-cakap kecuali keadaan memaksa,
4. Kalau terpaksa buang air ditempat terbuka, hendaknya jangan menghadap ke kiblat,
5. Jangan membawa dan membaca kalimat Al-Qur'an.
Sekian dulu artikel tentang macam-macam najis, semoga bermanfaat. Wassalamualaikumwarahmatullahiwabarakatuh :)
Tag :
Pendidikan Agama Islam

0 Komentar untuk "Pengertian Najis dan Macam-Macam Najis"